Monday, April 23, 2018

Biografi Singkat R.A Kartini

Biografi Singkat R.A Kartini

Zeus Biography - Tokoh wanita satu ini sangat populer di Indonesia. Dialah Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat atau di kenal jadi R. A Kartini. Beliau di kenal jadi satu diantara pahlawan nasional yang di kenal gigih memperjuangkan emansipasi wanita indonesia saat ia hidup. 

Masa Kecil Kartini 

Tentang Biografi serta Profil R. A Kartini, beliau lahir pada tanggal 21 April th. 1879 di Kota Jepara, Hari kelahirannya itu lalu diperingati jadi Hari Kartini untuk menghormati layanan RA Kartini pada bangsa Indonesia. Nama komplit Kartini yaitu Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat. 

Tentang histori RA Kartini serta cerita hidup Kartini, ia lahir di tengahnya keluarga bangsawan oleh karenanya ia peroleh titel R. A (Raden Ajeng) dimuka namanya, titel tersebut (Raden Ajeng) dipakai oleh Kartini sebelumnya ia menikah, bila telah menikah jadi titel kebangsawanan yang dipakai yaitu R. A (Raden Ayu) menurut kebiasaan Jawa. 

Ayahnya bernama R. M. Sosroningrat, putra dari Pangeran Ario Tjondronegoro IV, seseorang bangsawan yang menjabat jadi bupati jepara, beliau ini adalah kakek dari R. A Kartini. Ayahnya R. M. Sosroningrat adalah orang yang terpandang sebab tempatnya saat itu jadi bupati Jepara saat Kartini dilahirkan. 

Ibu kartini yang bernama M. A. Ngasirah, beliau ini adalah anak seseorang kiai atau guru agama di Telukawur, Kota Jepara. Menurut histori, Kartini adalah keturunan dari Sri Sultan Hamengkubuwono VI, bahkan juga ada yang menyebutkan kalau garis keturunan ayahnya datang dari kerajaan Majapahit. 

Ibu R. A Kartini yakni M. A. Ngasirah sendiri bukanlah keturunan bangsawan, tetapi cuma rakyat umum saja, oleh karenanya ketentuan kolonial Belanda saat itu mengharuskan seseorang Bupati mesti menikah dengan bangsawan juga, sampai pada akhirnya bapak Kartini lalu mempersunting seorang wanita bernama Raden Adjeng Woerjan yang disebut seseorang bangsawan keturunan segera dari Raja Madura saat itu. 
Pemikiran-Pemikiran R. A Kartini Mengenai Emansipasi Wanita 
Walau ada dirumah, R. A Kartini aktif dalam lakukan korespondensi atau surat-menyurat dengan rekannya yang ada di Belanda sebab beliau juga fasih dalam berbahasa Belanda. Dari sinilah lalu, Kartini mulai tertarik dengan alur fikir wanita Eropa yang ia baca dari surat berita, majalah dan buku-buku yang ia baca. 

Sampai lalu ia mulai berfikir untuk berupaya memajukan wanita pribumi sebab dalam fikirannya kedudukan wanita pribumi masih tetap ketinggalan jauh atau mempunyai status sosial yang cukup rendah saat itu. 

R. A Kartini banyak membaca surat berita atau majalah-majalah kebudayaan eropa sebagai langganannya yang berbahasa belanda, di usiannya yang ke 20, ia bahkan juga banyak membaca buku-buku karya Louis Coperus yang berjudul De Stille Kraacht, karya Van Eeden, Augusta de Witt dan beragam roman-roman beraliran feminis yang kesemuanya berbahasa belanda, diluar itu ia juga membaca buku karya Multatuli yang berjudul Max Havelaar serta Surat-Surat Cinta. 
  • Buku-Buku R. A Kartini 
  • Habis Gelap Terbitlah Terang 
  • Surat-surat Kartini, Renungan Mengenai serta Untuk Bangsanya 
  • Letters from Kartini, An Indonesian Feminist 1900-1904 
  • Panggil Aku Kartini Saja (Karya Pramoedya Ananta Toer) 
  • Kartini Surat-surat pada Ny RM Abendanon-Mandri serta suaminya 
  • Aku Ingin... Feminisme serta Nasionalisme. Surat-surat Kartini pada Stella Zeehandelaar 1899-1903. 

Biodata

  • Nama Komplit : Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat 
  • Nama beda : R. A Kartini 
  • Tempat serta Tanggal Lahir : Jepara, Jawa Tengah, 21 April 1879 
  • Meninggal dunia : Rembang, Jawa Tengah, 17 September 1904 
  • Agama : Islam 
  • Orang Tua : Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat (Bapak), M. A. Ngasirah (Ibu) 

0 comments:

Post a Comment